Teks Cerita Sejarah
Nama: Dinah Umaimah Radani
Kelas: XII-MIPA 10
No Urut: 04
Perjalanan
Seorang Musisi
Aku adalah seorang pencinta seni. Terutama
dalam seni menulis dan musikal. Pada saat aku berumur 3 tahun aku pernah tampil
di depan para wisatawan menyanyikan sebuah lagu dari salah satu soundtrack film
“The Lion King”. Jika aku pikir sekarang, hal itu adalah salah satu hal nekad
yang pernah aku lakukan saat aku masih kecil. Sungguh perilaku yang sangat
ngawur.
Rasa cintaku terhadap musik pada hari yang
semakin bertambah, bulan yang semakin berdatangan, dan tahun yang telah
terlewatkan tidak pudar. Aku mulai tertarik dengan teater musikal dan bahkan
tampil di beberapa acara. Aku sangat menyukai mengirimkan contoh rekaman
suaraku. Bahkan aku sangat menyukai menulis puisi dan lagu. Biasanya penulisan
yang aku buat terinspirasi dari masalah pribadi aku dan mungkin pengalaman
menarik lainnya dalam hidupku. Hal tersebut sudah aku gunakan sebagai coping mechanism atau pelampiasanku
disaat aku stress semenjak aku berumur 11 tahun.
Aku lahir di sebuah kota kecil yang
cenderung tidak mungkin terdengar namanya oleh banyak orang. Yaitu di West
Reading, Pennsylvania pada tanggal 13 Desember 1989. Namun aku dibesarkan di
Wyomissing. Aku tidak dibesarkan dengan keluarga yang memiliki hubungan erat
dengan musik. Ibu aku seorang ibu rumah tangga yang dulunya adalah seorang
eksekutif penjual dana. Ayah aku pernah menjadi penasihat keuangan. Seperti anak-anak
pada umumnya aku bersekolah di tempat biasa anak kecil bersekolah. Namun aku
lebih tertarik pada musik. Aku sangat sekali terinspirasi dengan karya Shania Twain. Dia sangat sekali
membuatku ingin berlari-lari mengitari blok dan bermimpi tentang berbagai hal. Tidak
hanya itu, aku juga menonton dokumenter Faith
Hill dan semenjak itu aku sangat sekali yakin dengan seutuh hati aku bahwa
aku harus pergi ke Nashville untuk mengejar karier musik yang aku inginkan.
Walaupun aku mempunyai keluarga yang tidak
terlalu berhubungan dengan apa yang impian yang aku inginkan, yaitu musik. Ibu aku
tetap bersedia untuk membantu aku mengerjar impian aku. Pada saat aku berusia
hanya sebelas tahun, akhirnya aku pergi ke Nashville bersama ibuku untuk
mengejar apa yang aku ingin raih. Aku dan ibuku mencari label-label rekaman
Nashville dan memasukan berbagai rekaman demo cover karaoke. Namun aku telah
ditolak. Aku rasa karena aku melakukan hal yang sama dengan orang lain yang
mempunyai impian tersebut. Maka dari itu, aku akan mencari jalan yang bisa
membuatku berbeda dari yang lain.
Satu tahun kemudian, aku bertemu dengan
seorang musisi lokal. Dia adalah Ronnie
Cremer. Dia membantuku dalam memainkan sebuah alat musik, yaitu sebuah
gitar. Bahkan dia membantuku membuat karya penulisan lagu pertamaku yang
berjudul “Lucky You”. Semenjak itu, aku melihat berbagai kesempatan dalam
mengejar karier aku. Apalagi pada tahun 2003 orang tua aku bekerja di New York
bersama manager musik. Kesempatan-kesempatan yang aku dapatkan dan celah-celah
yang aku lewati mengirimkan aku sebuah kontrak pengembangan artis. Semenjak itu
aku sering bepergian ke Nashville bersama ibuku.
Orang tua aku memberikan dukungan mereka
untuk aku dengan membantu aku masuk pada musik country dengan memberikan
kesempatan untuk aku pindah ke Nashville di saat aku berumur 14 tahun. Hal tersebut
bisa terwujudkan karena ayahku akhirnya bekerja di Merril Lynch yang terletak
di Nashville. Seperti remaja lainnya, aku memasuki SMA biasa. Namun pindah ke
sebuah akademi dan melanjutkan dengan Homeschool.
Aku lulus setahun lebih awal.
Pada saat aku bertempat tinggal di
Nashville, aku bekerja dengan berbagai penulis lagu yang sangat berpengalaman. Pada
akhirnya aku di kontrak oleh sebuah label rekaman. Namun aku keluar dari RCA
records pada saat aku berumur 14 tahun.
Karier musik aku yang sebenarnya dimulai
pada saat aku tampil di sebuah pertunjukan industri yang berada di sebuah cafe
pada tahun 2005. Sepertinya pada saat itu aku telah menarik perhatian seseorang
yang merupakan seorang eksekutif dari sebuah label rekaman. Orang tersebut
bersiap untuk mendirikan label mandirinya sendiri dan aku merupakan orang
pertama yang termasuk dalam label tersebut. Bahkan ayahku membeli saham di
perusahaan baru tersebut.
Tidak lama setelah memasuki label
tersebut, akhirnya aku mendapatkan satu dari bagian-bagian pecahan yang aku
perlu satukan untuk membangun karier yang aku kejar di dalam hidupku. Aku mulai
bekerja di album debut yang sama dengan namaku sendiri. Aku bahkan menulis 3
laguku sendiri dan sisanya dengan bantuan orang-orang yang sangat mengagumkan.
Pada tanggal 24 oktober 2006 akhirnya aku
merilis album pertamaku yang berjudul dengan namaku sendiri. Aku tidak mengira
aku akan mendapatkan pencapaian yang banyak dengan album ini. Di tahun yang
sama juga label rekaman yang aku tanda tangani kontraknya akhirnya merilis
single pertama aku. Yaitu berjudul “Tim McGraw”.
Aku dan ibuku menghabiskan waktu untuk
memasukkan single CD ke amplop untuk dikirim ke radio. Aku dan ibuku juga
menghabiskan waktu pada tahun yang sama untuk mempromosikan album pertamaku di
berbagai media yang ada pada tahun-tahun tersebut. Berbagai single dari album
pertamaku akhirnya juga dirilis dengan memecahkan berbagai rekor. Dari situlah
karier musik aku dimulai dan masih berlanjut untuk halaman-halaman berikutnya.
Sungguh. Banyak sekali tantangan dan
perjuangan yang harus aku lewati semasa karier yang aku junjungkan ini. Tantangan
aku tak hanya dari halaman pertama dimana aku hanya perlu mengejar sesuatu yang
harus aku capai. Tetapi di saat aku capai puncak ternyata masih banyak hal-hal
yang aku hadapi. Seperti kawat duri yang mengitari sekeliling aku atau
pohon-pohon tinggi yang aku pikir sebagai sebuah monster.
Pada tahun 2009 aku memenangkan
penghargaan yang menurut aku mencetak sebuah sejarah di diriku sendiri. Penghargaan
tersebut aku menangkan di ajang MTV Video Music Awards pada 13 september 2009
silam. Namaku telah disebut dan aku melangkahkan diri ke panggung dengan hati
yang sangat senang. Aku hendak mengungkapkan kebahagiaanku atas penghargaan
tersebut.
Namun, sebelum pidatoku terucap dari
mulutku. Sangat disayangkan terjadi kejadian yang tidak mengenakan hati
terlanjur terjadi di depan mataku sendiri.
Seorang telah mengambil mic dari tanganku
sendiri. Dirinya berkata bahwa karya seorang artis lain yang dinominasikan
untuk kategori yang sama dengan karyaku merupakan karya terbaik sepanjang masa.
Aku mendengar suara dari berbagai macam sumber tempat duduk para hadirin. Mereka
berteriak berbagai banyak hal seperti meremehkan, mengejek, dan hal konotasi
negatif lainnya yang aku dengar sendiri. Dengan mata kepala yang aku lihat
sendiri.
Di saat itu juga, aku tidak tahu. Tidak tahu
apakah perkataan-perkataan tersebut ditembakkan pada diriku atau orang yang
telah merebut mic yang aku pegang sekarang setelah dia kembalikan.
Pada saat itu juga, aku menganggap hal
tersebut ditujukan padaku.
Aksi dari orang tersebut membuatku sangat
malu. Aku merasa dipermalukan. Aku merasa kecewa. Namun setelah tersorot media,
dia meminta maaf melalui berbagai macam media. Aku memaafkannya dengan senang
hati. Pada albumku yang ketiga, aku menuliskan lagu “innocent” sebagai
penerimaan minta maaf. Aku pikir saat itu juga kita akhirnya berdamai.
Aku yakin aku telah berdamai.
Selain kejadian tersebut yang selalu
menghantuiku masih banyak tantangan lainnya yang ada di depan mata dan perlu
dihadapi. Aku menggunakan seni yang aku buat sebagai sumber pelampiasan untuk
rasa stress aku. Apalagi soal kisah romansa di kehidupan pribadiku. Diantaranya
adalah rasa amarahku pada lelaki yang memutuskan aku hanya dengan sebuah telpon
dengan jangka waktu 27 detik saja. Aku menulis rasa sakitku di albumku yang
kedua, yaitu Fearless di tahun 2009. Aku
mendapatkan kritikan atas penulisanku yang terlalu pribadi. Namun aku rasa
walaupun aku menulis hal lain aku akan tetap mendapat kritikan.
Oleh karena itu, aku menuliskan lagu
berjudul “Mean” di albumku yang ketiga, yaitu Speak Now. Itu merupakan karya yang aku tulis sebagai respon kepada
orang-orang yang akan selalu memberikan kritikan pada apapun yang aku lakukan.
Kisah-kisah romansaku aku tulis dalam
sebuah album berjudul “RED” pada tahun
2012 dimana segala rasa sakitku dengan berbagai kekasihku aku lampiaskan pada
album tersebut. Segala rasa frustasi, rasa amarah, sifat naifku terhadap suatu
hubungan, miskomunikasi antara pasangan, dan perasaan wahana roller-coaster lainnya aku tuangkan
dalam album tersebut. Bahkan album tersebut diberikan namanya tersendiri
sebagai album pemecah hati atau album untuk orang-orang yang sedang patah hati.
Perjuanganku dari album tersebut tidak
hanya atas patah hari yang terlewati dengan berbagai pasanganku. Namun berbagai
macam kritikan yang diberikan padaku. Menganggap bahwa aku seorang perempuan
gila yang hanya mencari sebuah pasangan sebagai bahan untuk menulis laguku di
saat aku hanya melampiaskan perasaanku. Bahkan kata-kata seperti “pelacur” dilontarkan
kepadaku.
Apa salahnya dari diriku yang menulis
sebuah narasi tentang kehidupan pribadi pada seni yang aku buat.
Tetapi, aku sadar bahwa sekarang aku
adalah sebuah figur di masyarakat. Aku tau aku harus menjaga gambaran diriku
sebagai artis yang baik. Maka aku menerima kritikan-kritikan tersebut. Aku merencanakan
untuk melakukan pemindahan genre untuk album berikutnya.
Tanpa kusangka tantanganku juga terdapat
disitu.
Aku merupakan seorang artis yang mayoritas
menuliskan lagu dengan genre country. Aku ingin berpindah ke genre pop pada
tahun 2014 tetapi label rekaman aku seperti melarang. Mereka memprediksi bahwa
keputusan yang berat ini hanya akan menjatuhkan karierku namun aku bersikeras
untuk melakukannya. Dari situ juga aku menuliskan album sesuai dengan kritikan
yang telah diberikan kepadaku. Albumku berdasarkan aku akhirnya pindah ke
sebuah kota besar dan menikmati berbagai momen bersama teman-temanku. Aku juga
menuliskan lagu tentang rasa cemas atas hubungan-hubunganku dengan berbagai
mata tertuju kepadaku. Aku juga menuliskan sebuah lagu yang berdasarkan cara
media melihatku
Aku menulis tentang salah satu kekasihku
dan hubungan kita yang merupakan salah satu tantangan dari karier yang aku
punya sekarang. Dia merupakan seseorang yang bijaksana namun dengan mata yang
tertuju padaku seiring dengan bertambahnya atensi kepadaku. Aku membandingkan
kita berdua sebagai seekor rubah dan para mata-mata kepada kita merupakan
seorang pemburu. Kita pun terus berlari.
Namun pada akhirnya, kita hanya cinta yang
tepat di waktu yang salah.
Selama era album pop pertamaku mengalami
berbagai kesuksesan, tetapi sebanding dengan segala kawat duri yang harus aku
lewati. Tidak sangka banyak masalah yang akan mendatangi dan tidak hanya dalam
hal romansa saja.
Selama itu juga aku menjalin sebuah
hubungan dengan seseorang yang membuat aku merasa tidak nyaman. Bahkan tidak
memberikan full kredit atas penulisan lagu yang kita lakukan untuk single
terbaru dia. Aku sangat sakit hati atas perilaku tersebut.
Lagi-lagi juga aku mendapatkan sebuah
kritikan dari berbagai sumber media atas teman-temanku dan bahkan berujung
kepada badanku. Mereka mengatakan bahwa aku terlalu kurus ataupun aku terlihat
aku seperti orang yang sedang hamil. Pada masa itu juga kesehatanku sedang
tidak stabil dengan kritikan-kritikan yang dilontarkan kepadaku dan
teman-temanku. Semenjak itu aku mengidap penyakit eating disorder. Komentar-komentar tersebut memberikan efek kepada
diriku dimana aku beranggapan bahwa aku akan lebih baik jika aku tidak makan
sama sekali. Banyak sekali masa dimana aku merasa aku akan jatuh sakit dan pingsan
di saat aku tampil di depan penonton. Aku sempat berpikir bahwa perasaan dimana
aku emang sedikit lapar atau hampir pingsan merupakan perasaan yang normal
Tentu masalahku tidak terletak hanya
disitu saja.
Selama masa-masa dimana kamu merasa di
atas puncak. Tentu akan selalu ada seseorang yang menunggu jatuhmu dari puncak
tersebut. Hari-hari dimana aku merasa akhirnya berdamai dengan orang di masa
lalu itu ternyata hanya pemanis saja di makanan yang sangat pahit.
Sekarang adalah tahun 2016. Orang yang
telah mengusikku di masa lalu telah kembali. Kali ini mencari masalah yang
tidak benar dari diriku. Aku terlibat dalam sebuah phonecall bersama orang tersebut. Aku tidak mengizinkannya
menggunakan namaku pada video musik untuk salah satu lagu di albumnya. Namun dia
tetapi melibatkan namaku bahkan mukaku beserta badanku tanpa izinku sama sekali
di musik video tersebut. Aku membicarakan hal ini di sosial media.
Namun tanpa disangka orang itu telah
mengkhianatiku.
Dia telah mengedit phonecall yang telah kita lakukan secara privasi dengan merekamnya
lalu memotong bagian-bagian penting lalu menyebarkannya ke seluruh sosial media.
Sehingga seperti aku yang kelihatan berbohong dan mencari atensi dari media. Padahal
yang menyebarkan kebohongan tersebut bukanlah diriku. Tapi mereka
Orang-orang yang telah menunggu jatuhnya
diriku bersenang hati untuk mendatangi segala bentuk sosial media yang aku
punya. Melontarkan kata-kata yang tidak nyaman untuk di dengar. Orang tersebut
menjuluki aku sebagai seekor ular. Semua orang di media menjuluki aku sebagai
ular. Aku tidak bisa membuktikan bahwa aku tidak berbohong
Maka semenjak terjadinya hal tersebut, aku
memutuskan untuk pergi dari sosial media.
Dari semua tantangan yang aku lewati, ini
adalah tantangan yang paling berat. Bahkan aku hampir memutuskan untuk berhenti
mengejar impianku untuk musik. Sungguh aku sangat sekali hancur. Aku pun
kembali pada pelukan ibuku.
Tidak hanya media, teman-temanku yang dulu
aku kira merupakan setengah bagian dari diriku beberapa merupakan seseorang
yang palsu. Yang awalnya merupakan seorang saudari adalah seseorang penjahat
yang telah tertangkap.
Selama jauhnya diriku dari sosial media,
aku berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diriku sendiri. Aku juga
menemukan seseorang yang aku rasa adalah cintaku. Dia menemaniku pada masa yang
sangat gelap. Aku tidak berharap untuk dirinya sebagai seorang penyelamat. Namun
aku bersedia untuk dia bersama berlari denganku.
Namun aku berusaha membangkitkan diriku
dengan menulis album berikutnya yang berdasarkan kejadian buruk yang telah
tertimpa kepadaku. Kali ini aku tidak akan memaksakan diriku untuk menjadi
seseorang yang bukan diriku. Aku menghapus segala jejak diriku di sosial media
dan mengumumkan diriku yang baru.
Tantangan-tantangan tersebut tidak bisa membuatku
berhenti mengejar impianku.
Hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke
tahun dengan rasa manis dan rasa pahit yang bervariasi yang terlewatkan di
tahun 2016. Banyak pelajaran yang bisa aku pelajari dari semua hal yang telah
terjadi. Walaupun berada di masa gelap, aku menemukan jati diriku dan
teman-teman yang setia kepadaku. Mungkin aku telah mengumumkan diriku yang
terbaru. Tetapi pada akhirnya diriku akan selalu menjadi diriku. Aku tidak
pernah pergi.
Perjuanganku dalam menulis kehidupanku
juga memiliki perjuangan sendiri di dalamnya. Tahun 2019 aku telah keluar dari
label rekamanku yang lama karena kontrak yang aku tanda tangani telah habis. Namun
aku sekali lagi telah terkhianati oleh label rekamanku sendiri. Semua tulisan
kehidupanku yang aku tuangkan dalam lagu-laguku tidak bisa aku beli dan aku
miliki. Bahkan, aku tidak memiliki kesempatan untuk membeli karyaku sendiri. Sekali
lagi aku membicarakannya di sosial media. Namun pelaku pengkhianat tersebut tidak
menyadari kesalahannya tersendiri. Bahkan aku hanya dianggap terlalu dramatis.
Aku merasa apabila tidak ada yang
membicarakan permasalahan ini, maka akan susah untuk musisi di masa depan
mengklaim kepemilikan atas karya mereka sendiri. Oleh karena itu, aku akan
memperjuangkan segala usaha untuk memiliki karyaku kembali.
Tantangan terakhirku yaitu memperjuangkan
karya-karyaku yang telah dicuri dan berharap di depan musisi lain tidak
mengalami apa yang terjadi kepadaku. Maka sampai sinilah aku menutup narasi
perjuangan yang telah aku lakukan.
Walaupun tantangan dan perjuangan susah
tentu akan menghasilkan berbagai macam hasil yang memuaskan. Selama perjalananku
sebagai musisi aku senang dan bangga atas prestasi yang telah aku dapatkan.
Pada albumku yang pertama di tahun 2006
dengan judul yang sama dengan namaku sendiri aku berhasil mendapati posisi pada
billboard 200 dengan jangka waktu 157 minggu dan memecah rekor sebagai albu
terlama yang berada pada tangga lagu di tahun 2000-an. Aku juga memenangkan
beberapa penghargaan di antara lain adalah Nashville Songwriters Association
dan Artist of the Year 2007. Menjadikanku sebagai seseorang termuda yang
memenangkan penghargaan tersebut.
Selanjutnya pada album keduaku telah
mendapatkan karyaku pada posisi empat dalam Billboard 100 dan merupakan nomor
satu di Australia. Albumku juga merupakan album terlaris di Amerika Serikat
pada tahun 2009 dan salah satu video musik dari era ini mendapatkan penghargaan
musik video terbaik. Selain itu album ini memenangkan Album of the Year.
Pada era berikutnya aku menuliskan sebuah
album berdasarkan pengalaman hidup pribadiku yang mulai lebih bernuansa romansa
dan responku pada kritikan dalam penulisanku. Penulisan ini dituangkan dalam
albumku yang ke-tiga dan ke-empat dimana salah satu lagu pada album ke-tiga memberikan
respon kepada media mengenai mereka yang selalu mengkritik apapun yang aku
lakukan.
Sedangkan pada album ke-empat berdasarkan
sakit hati yang kurasakan selama hubungan-hubunganku yang telah aku lewati.
Kedua album tersebut memenangkan rekor
terbaru yang menjadikan aku sebagai perempuan pertama yang melakukan penjualan
tercepat semenjak albumku telah dirilis. Albumku juga debut di Billboard 100
dan salah satu dari lagunya masuk dalan top 100 Hot Songs.
Salah satu single yang aku tulis
mendapatkan pencapaian internasional tahun 2012 dimana lagu tersebut menjadi nomor satu di
Amerika Serikat dan Selandia Baru. Pada era ini aku mendapatkan sukses
komersial dengan penjualan 1,21 Juta kopi di minggu pertama. Aku juga
memecahkan berbagai rekor.
Selanjutnya pada albumku yang ke-lima di
tahun 2014 aku berpindah tempat dari Nashville ke New York dan menulis albumku
berdasarkan hal-hal pengalaman pribadi yang hapir terlepas dari patah hati
tidak seperti albumku sebelumnya. Album ini adalah album pertama aku melakukan
perpindahan genre.
Pada era album ini, tahun 2015 aku berhasil menjadi
orang pertama yang mempunyai tiga album terjual lebih dari satu juta eksemplar
di minggu pertama rilis. Selain itu aku juga mendapatkan pendapatan tur
terbanyak sepanjang masa.
Namun yang paling berharga bagi diriku
adalah aku dinobatkan sebagai Woman of the year dan menjadi artis pertama yang
memenagkan penghargaan ini sebanyak dua kali.
Pada album berikutnya aku pun meraih
berbagai macam pencapaian dan rekor yang mungkin tidak hanya bisa dilakukan
oleh diriku sendiri. Semua dikarenakan orang-orang yang setia denganku dan
menjalaninya bersamaku.
Komentar
Posting Komentar